Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Bullying Siswa SMA di Tangsel

Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Bullying Siswa SMA di Tangsel

Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Bullying Siswa SMA di Tangsel – Hari ini, kejadian tragis bullying siswa SMA di Tangerang Selatan (Tangsel) telah mencuat ke permukaan. Insiden yang mengguncang ini menyebabkan pihak berwenang rtp segera bertindak cepat. Polisi telah memulai penyelidikan dengan memeriksa tiga saksi yang hadir saat peristiwa itu terjadi.

Kebrutalan di SMA Wilayah Tangsel

Kebrutalan yang dilaporkan terjadi di sebuah sekolah menengah atas di wilayah Tangsel menjadi sorotan publik. Kasus ini menyoroti eskalasi kekerasan di antara pelajar, yang secara luas dianggap sebagai isu serius dalam dunia pendidikan. Kasus bullying ini menunjukkan betapa pentingnya perlunya upaya bersama dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan di kalangan pelajar.

Baca Juga : Pulau Ini Muncul Setelah Letusan Gunung Berapi di Jepang

Menurut laporan yang diterima, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada hari Senin lalu, tepatnya di sela-sela jam istirahat. Siswa yang menjadi korban dilaporkan mengalami perlakuan fisik dan verbal yang menyakitkan dari sejumlah rekannya. Video dari kejadian itu tersebar luas di media sosial, menarik perhatian banyak orang dan memicu reaksi keras dari masyarakat.

Upaya Kepolisian Untuk Menindaklanjuti

Kepolisian setempat segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius. Hari ini, polisi telah memanggil tiga saksi kunci untuk memberikan kesaksian mereka terkait kejadian itu. Penyelidikan ini merupakan langkah awal dalam upaya menemukan kebenaran di balik insiden yang meresahkan ini.

Menurut Kepala Kepolisian Tangsel, Inspektur Jenderal Budi Santoso, “Kami mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini. Bullying di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi. Kami akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan langkah pencegahan yang tepat diambil agar insiden semacam ini tidak terulang di masa depan.”

Pihak berwenang juga memastikan bahwa pihak sekolah akan turut serta dalam penyelidikan ini. Peran serta sekolah sangat penting dalam mengidentifikasi para pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Langkah-langkah preventif dan pembinaan juga akan diperkuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi semua siswa.

Respon Dari Keluarga Korban dan Masyarakat

Sementara itu, orang tua korban dan masyarakat secara luas mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku. Mereka menyerukan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan mereka. Selain itu, penting juga untuk memberikan pendidikan yang lebih baik tentang pentingnya menghormati perbedaan dan menghargai hak asasi manusia di lingkungan sekolah.

Kasus bullying bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan, namun demikian, setiap insiden tetap memerlukan penanganan yang serius dan tegas. Tindakan preventif, seperti program pelatihan anti-bullying dan peningkatan kesadaran akan pentingnya sikap empati dan toleransi, harus diintensifkan di setiap institusi pendidikan.

Pendidikan Juga Penting Untuk Mendidik Karakter dan Moral Pelajar

Pendidikan bukan hanya tentang akademik semata, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kepribadian yang baik pada generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan beradab.

Insiden bullying di Tangsel adalah pengingat yang menyedihkan akan pentingnya terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi semua anak-anak. Kesejahteraan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama, dan kekerasan serta intimidasi dalam bentuk togel hongkong apapun tidak boleh dibiarkan menghantui masa depan generasi penerus bangsa.

Densus 88 Tangkap Anggota Polri Diduga Terkait Terorisme

Densus 88 Tangkap Anggota Polri Diduga Terkait Terorisme – Densus 88 Antiteror Polri dikabarkan menangkap tiga anggota Polri diduga terkait pegawai KAI berinisial DE (28) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus terorisme.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia, satu dari tiga anggota Polri yang ditangkap itu merupakan personel Polda Metro Jaya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi tak membenarkan ataupun membantah informasi itu.

Hengki hanya menyampaikan sore nanti pihaknya bakal melakukan konferensi pers.

“Nanti sore kita rilis awal”, kata Hengki kepada wartawan, Jumat (18/8).

Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Polisi Aswin Siregar menyerahkan informasi terkait penangkapan anggota Polri ke Polda Metro Jaya. “Silakan ke PMK (Polda Metro Jaya) untuk konfirmasi ya”, katanya.

Tidak diketahui detil tuduhan pada penangkapan tiga anggota polri tersebut.

Baca Juga: Gaji PNS Naik 8%, Nasib PPPK Gimana?

Densus 88 Tangkap Anggota Polri Diduga Terkait Terorisme

Sebelumnya, tersangka DE yang merupakan pegawai KAI ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/8) siang. Selama menjadi simpatisan ISIS, tersangka DE disebut aktif melakukan propaganda di media sosial.

Aswin mengatakan dalam melaksanakan propaganda tersebut DE turut menyebarkan poster yang berisikan teks baiat kepada pemimpin ISIS Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi.

DE juga merupakan admin dan pembuat akun Telegram Arsip Film Dokumenter dan Breaking News yang berisikan kegiatan teror globab yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Dalam penangkapan ini, Densus turut menyita tapi 16 senjata api, 5 di antaranya berjenis laras panjang dan sisanya laras pendek.

Aswin mengatakan DE juga memodifikasi senajta airsoft gun menjadi senjata api penuh. Selain itu, lanjut dia, penyidik juga menyita dua senjata jenis pen gun yang diperuntukkan dalam jarak dekat.

Aswin mengatakan DE (28) terafiliasi jaringan ISIS sudah merencanakan aksi penyerangan ke Mako Brimbo atau Mabes TNI.

Dalam keterangannya kepada penyidik, DE mengaki bersemangat dan terinspirasi melakukan aksi amaliyah setelah melihat pemberontakan teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Pelaku langsung melakukan latihan untuk meniru aksi penyerangan tersebut. Tersangka DE juga telah merencanakan aksi penyerangan ke Mako Brimob Depok hingga ke Mabes TNI.

Penjebakan yang di Lakuan Polisi Terhadap Mantan Napi

Penjebakan yang di Lakuan Polisi Terhadap Mantan Napi

Penjebakan yang di Lakuan Polisi Terhadap Mantan Napi – Kewenangan polisi melancarkan teknik investigasi undercover buying atau control delivery dalam UU Narkotika sudah melenceng dari misi semula, menurut lembaga HAM. Upaya membongkar jaringan atau sindikat peredaran gelap justru sering menjadi “ajang penjebakan” yang menyasar pengguna.

Penjebakan yang di Lakuan Polisi Terhadap Mantan Napi

Pemantauan LSM Kontras dalam rentang 2019-2022 gates of olympus menemukan setidaknya 13 kasus salah tangkap narkotika oleh polisi. Seorang mantan narapidana yang ditemui oleh BBC News Indonesia meyakini dirinya sudah menjadi korban penjebakan oleh polisi pada 2021.Ia ditangkap atas kepemilikan 0,20 gram sabu. Akan tetapi, ia berkata, bandar dan temannya sesama pemakai tak ikut dijebloskan ke penjara.

Harusnya direhabilitasi, bukan dipenjara’

Muhammad Irwan menjelaskan kliennya selaku pengguna semestinya disangkakan pasal 127 UU Narkotika yakni sanksi rehabilitasi atau maksimal penjara empat tahun.Sebelumnya Boni juga di periksa secara medis oleh tim dokter dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sebuah kabupaten di Jawa Barat.

Baca Juga: Peraturan Baru KPU yang Merugikan Hak Politik Perempuan

Pemeriksaan tersebut menyebutkan Boni termasuk kategori pengguna ringan karena menggunakan sabu hanya pada saat tertentu. Tidak ditemukan pula gangguan mental pada dirinya.Di persidangan, Irwan juga berkata, dirinya berusaha mematahkan dakwaan jaksa penuntut dan meyakinkan hakim bahwa mens rea atau sikap batin kliennya memiliki narkotika adalah “untuk digunakan”. Sebab jika hanya merujuk pada dakwaan pasal 112 dan 114, maka kliennya disamakan seperti bandar, pengedar, atau kurir.Selain itu, Boni juga dipastikan tidak terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

Hanya saja karena hakim tidak bisa memutus dengan pasal yang tidak didakwakan, maka Irwan meminta hakim memvonis kliennya dengan hukuman di bawah minimum dengan bersandar pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2015. Dari tuntutan lima tahun penjara, Boni akhirnya diputus hakim pengadilan tingkat satu di Jawa Barat pidana penjara selama 2,6 tahun dan menjalani rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan.

Kasus-kasus penjebakan narkotika oleh polisi

Berpatokan pada tiga kriteria di atas, apa yang terjadi starlight princess pada Boni menurut kuasa hukumnya dapat disebut penjebakan.Selain kasus Boni, kejadian penjebakan secara terang-terangan terjadi di Binjai, Sumatera Utara, pada April 2022.

Seorang remaja berinsial RN dijebak saat ia menemui pria tidak dikenal di depan warung internet. Pria itu tiba-tiba memanggil RN dan memberikan sebuah kotak rokok. Tidak berselang lama, dua polisi datang kemudian menangkap RN.

Sementara pria yang memberikan kotak itu dibiarkan lolos.Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Warganet berkomentar ada yang janggal saat proses penangkapan RN dan sikap polisi yang melepaskan pria tidak dikenal itu.