KDRT Ekstrem di Jatinegara Suami Gelap Mata Bakar Istri – Kasus tragis terjadi di kawasan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin, 13 Oktober 2025. Seorang pria berinisial YPT alias Ance (26) tega membakar istrinya, CAU (24), akibat tersulut api cemburu. Peristiwa ini mengungkapkan sisi gelap dalam rumah tangga yang berujung pada eljohnmandarin.id tindak kekerasan ekstrem.
Awal Mula Terjadinya Peristiwa
Motif utama di balik tindakan Ance adalah dugaan perselingkuhan yang dituduhkan kepada istrinya. Informasi tersebut diperoleh dari adik Ance, yang mengaku melihat CAU berjalan bersama pria lain. Meski CAU membantah tuduhan tersebut, Ance tetap tidak percaya dan menuntut penjelasan lebih lanjut. Ketika istrinya tetap bungkam, emosi Ance memuncak. Ia kemudian membeli bensin, menyiramkan ke tubuh CAU, dan membakarnya dengan korek api
Reaksi Warga dan Penanganan Korban
Warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama kepada CAU dan membawanya ke Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Korban mengalami luka bakar serius pada wajah dan tubuh bagian atas, yang memerlukan perawatan hidayatullahsumsel.id intensif dan operasi plastik
Penangkapan Pelaku
Setelah melakukan aksi kejinya, Ance melarikan diri dan sempat menjadi buronan. Namun, pada 18 Oktober 2025, polisi berhasil menangkapnya di Bekasi. Ance dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp500 juta
Rekam Jejak Pelaku
Ance bukanlah sosok asing bagi aparat. Pada April 2024, ia terlibat dalam kasus perusakan gerobak pedagang bubur di Pasar Tanjung Lengkong, Bidara Cina. Saat itu, dalam kondisi mabuk, Ance menodongkan senjata tajam kepada penjual bubur. Korban yang saat itu adalah CAU, sempat melindungi Ance dari kejaran polisi
Kesimpulan
Kasus ini menyoroti pentingnya komunikasi dan saling percaya dalam rumah tangga. Tuduhan tanpa bukti yang jelas dapat memicu konflik dan tindak kekerasan. Penting bagi pasangan untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga dan selalu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan permasalahan.
